rumahyatimindonesia.com | Sudah berkali-kali, saat adzan berkumandang, pasti terparkir sebuah motor, dengan gerobak baso diatasnya�.disebuah pelataran mesjid, dikomplek tempat tinggalku. Hingga suatu saat, setelah sholat Magrib, aku coba menyapanya�saat itu lagi hujan besar, pasti nikmat, sambil menyantap baso hangat-hangat..
Mulai jam berapa keluar mas�.tanyaku, saya keluar habis zuhur, kata si abang baso, sebut saja mas Amin. dia berkeliling hingga setelah isya�dari obrolan panjang, tersyirat�kata2 yang sebenarnya sudah lama terpatri dalam hatiku�
� SAYA DAGANG BASO, UNTUK ISI WAKTU SAJA AGAR TAK SIA-SIA SAMBIL IKHTIAR CARI NAFKAH PAK....., YANG UTAMANYA SAMBIL MENUNGGU WAKTU SHOLAT �. Subhanallah.., jadi Panggilan Allah SWT ( Adzan/Waktu Sholat ) adalah Momen Terbaik dan Tertinggi diatas segala aktifitas duniawi kita.
Disuatu kesempatan, saat adzan Isya, kembali aku temukan�sebuah peristiwa yg mengharukan, saat Tukang baso ini dikerumuni calon pembeli�dengan santunnya dia berucap� maaf sudah Adzan isya� saya tinggal dulu ke mesjid ya�dan dengan langkah pasti, dia Tinggalkan kerumunan pembeli itu� melaju mantap ke rumah Allah�
Sahabat, di Tangan Allahlah segala bentuk kekayaan, yang dibagikan kepada seluruh makhluk hanyalah setetes air ditengah luasnya samudera, mengapa kita harus takut kehilangan kekayaan yang tak seberapa untuk sejenak memenuhi panggilanNYA ? haruskah panggilan dari Dzat yang memenuhi segala kebutuhan kita, kita akhirkan karena adanya peluang yang mungkin tidak akan datang lagi, lalu siapakah yang menciptakan WAKTU dan Peluang itu sendiri ? jangankan sebuah Peluang, JATAH HIDUP kita saja bisa dicabut kapan saja kalau Allah SWT mau.
�Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ruku�lah bersama orang-orang yang ruku� (dalam keadaan berjamaah).� (Al Baqoroh: 43).
Rosululloh telah bersabda, �Demi Dzat yang jiwaku yang ada di tangan-Nya, ingin kiranya aku memerintahkan orang-orang untuk mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku perintahkan mereka untuk menegakkan sholat yang telah dikumandangkan adzannya, lalu aku memerintahkan salah seorang untuk menjadi imam, lalu aku menuju orang-orang yang tidak mengikuti sholat jama�ah, kemudian aku bakar rumah-rumah mereka.� (HR. Bukhori)
Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW didatangi oleh seorang laki-laki yang buta dan berkata, �Ya Rasulullah, tidak ada orang yang menuntunku ke masjid. Rasulullah SAW berkata untuk memberikan keringanan untuknya. Ketika sudah berlalu, Rasulullah SAW memanggilnya dan bertanya, `Apakah kamu dengar azan shalat?`. `Ya`, jawabnya. `Datangilah`, kata Rasulullah SAW. (HR Muslim 1/452)
Sahabat besar Ibnu Mas�ud rodhiyallohu�anhu berkata tentang orang-orang yang tidak hadir dalam sholat jama�ah: �Telah kami saksikan (pada zaman kami), bahwa tidak ada orang yang meninggalkan sholat berjama�ah kecuali orang munafik yang telah diketahui kemunafikannya atau orang yang sakit�.
Wah�masa harus meninggalkan kantor atau rumah setiap kali waktu sholat tiba, bukankah salah satu ruang kantor atau rumah kita bisa kita jadikan Masjid untuk berjama�ah bersama para karyawan lain atau seluruh anggota keluarga ? Ajaran Islam tidak pernah mempersulit pengikutnya untuk melaksanakan ketaatan dan kepatuhan terhadap Allah SWT. selalu ada JALAN MUDAH untuk yang ingin TAAT ATURAN Allah SWT.

Posting Komentar